
Dapur MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang, Banten, menghentikan sementara operasional 305 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur sekolah 2026.
Kebijakan ini membuat seluruh layanan dapur MBG di 29 kecamatan berhenti mendistribusikan makanan kepada 707.771 penerima manfaat, yang terdiri dari peserta didik serta kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD).
Sebanyak 305 SPPG program MBG di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi sementara.
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang bersama seluruh pengelola SPPG serta penerima manfaat program MBG.
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencakup 29 kecamatan.
Selama masa libur sekolah 2026, yaitu 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, menyebut penghentian dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN RI Nomor 12 Tahun 2026.
“Semua SPPG. Ini dalam rangka meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan anggaran program MBG,” kata Priyo Basuki di Tangerang, Senin.
Selama masa libur, seluruh dapur MBG tidak mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat. Selain itu, pengelola SPPG juga tidak menerima insentif operasional selama periode tersebut.
“Jumlah penerima manfaat peserta didik berjumlah 608.281 orang. Sementara non-peserta didik berjumlah 99.490 orang,” ujarnya.
BGN menyebut kebijakan ini juga digunakan untuk penataan dan standarisasi tata kelola program MBG agar lebih efisien dan akuntabel.
Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa penghentian distribusi MBG dilakukan secara nasional selama libur sekolah.
"Untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG dengan maksud tadi untuk standarisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," ujar Agustina Arumsari di Jakarta.
Ia menambahkan, kebijakan ini berbeda dengan periode Ramadhan yang masih menggunakan sistem distribusi tertentu, sedangkan libur sekolah kali ini dihentikan total.
BGN juga akan memanfaatkan masa libur untuk melakukan perbaikan tata kelola pada berbagai periode libur lainnya, termasuk libur nasional, libur keagamaan, hingga akhir pekan.
"Kami ingin melakukan tata kelola kembali dan penataan kembali, sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini untuk perbaikan pengelolaan program MBG," kata Agustina.
Selama periode ini, tidak ada distribusi makanan bergizi untuk seluruh penerima manfaat MBG di Kabupaten Tangerang hingga masa libur sekolah berakhir.