Sabtu, 01 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomiLifestyleOlahraga
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Pemerintah Jaga Daya Beli

✍️ Natch 🕒 23 Jun 2026 👁️ 30x dibaca
HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Pemerintah Jaga Daya Beli

JAKARTA, Headline24.id – Pemerintah memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap dipertahankan di level Rp15.700 per liter meski biaya produksi mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak sawit di pasar global. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Keputusan mempertahankan HET Minyakita menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat. Selain harga yang terjangkau, pemerintah juga berkomitmen memastikan pasokan Minyakita tersedia secara merata di berbagai daerah.

HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan pemerintah tetap mempertahankan harga Minyakita meskipun biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga minyak sawit dunia.

"Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga eceran tertinggi atau HET Minyakita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat akibat meningkatnya harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, pemerintah memahami bahwa harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling merasakan dampak perubahan harga barang kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, stabilitas harga Minyakita dinilai penting untuk membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

Pemerintah Fokus Jaga Pasokan dan Distribusi

Selain mempertahankan harga, pemerintah juga berupaya memastikan distribusi Minyakita berjalan lebih baik agar produk tersebut mudah ditemukan di pasaran.

"Pemerintah juga mendengar, melihat, dan memahami tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya kelompok masyarakat yang rentan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Minyakita," katanya.

Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya memperoleh Minyakita dengan harga sesuai HET, tetapi juga mendapatkan pasokan yang cukup dan berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah terus memperkuat sistem distribusi, khususnya melalui pasar rakyat yang menjadi salah satu jalur utama penjualan Minyakita kepada masyarakat.

"Fokus pemerintah adalah memperkuat distribusi Minyakita agar semakin mudah diakses masyarakat, khususnya melalui pasar-pasar rakyat serta memastikan distribusinya berjalan dengan lebih baik," ucap dia.

Stabilitas Harga Minyakita Dukung Ketahanan Pangan

Qodari menegaskan bahwa kebijakan mempertahankan HET Minyakita tidak hanya bertujuan melindungi daya beli masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ketersediaan minyak goreng dengan harga yang stabil dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Bagi pemerintah, menjaga kestabilan harga dan pasokan Minyakita bukan sekadar upaya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga bagian dari penegakan kedaulatan pangan nasional," tegas Qodari.

Dengan mempertahankan HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter dan memperkuat distribusi di berbagai daerah, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga komoditas global.

N
NatchEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update