Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 188 Orang, Ribuan Warga Kehilangan Rumah
CARACAS, Headline24.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Rabu (24/6/2026), sedikitnya 188 orang dilaporkan tewas, 1.520 lainnya mengalami luka-luka, sementara sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang atau terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan bencana tersebut juga menyebabkan sedikitnya 2.927 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka rusak atau hancur.
Pemerintah Venezuela masih terus melakukan pencarian korban dengan melibatkan tim penyelamat di berbagai wilayah yang terdampak paling parah.
Puluhan Gempa Susulan Guncang Venezuela
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengungkapkan bahwa setelah dua gempa utama terjadi, wilayah tersebut telah diguncang sekitar 30 gempa susulan.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung lebih sulit karena petugas harus mengantisipasi kemungkinan runtuhnya bangunan yang masih berdiri.
Pemerintah juga mengumumkan telah memperoleh bantuan dana sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,26 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendukung proses pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat gempa.
PBB dan Palang Merah Kerahkan Bantuan Darurat
Sejumlah organisasi internasional mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Palang Merah menyatakan seluruh jaringannya di Venezuela telah bergerak memberikan bantuan kepada para korban.
Sementara itu, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi operasi pencarian dan penyelamatan, layanan kesehatan darurat, serta penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak.
Selain itu, distribusi air bersih, fasilitas sanitasi, dan kebutuhan pokok diperkirakan menjadi prioritas utama dalam beberapa hari ke depan.
PBB Khawatir Krisis Kemanusiaan Memburuk
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher, mengatakan tim tanggap darurat sedang dipersiapkan untuk memperkuat operasi kemanusiaan yang telah berlangsung di Venezuela.
Menurutnya, bencana gempa berpotensi memperburuk kondisi kemanusiaan yang sebelumnya sudah dihadapi negara tersebut.
Fletcher mengungkapkan sekitar delapan juta warga Venezuela telah membutuhkan bantuan kemanusiaan bahkan sebelum gempa terjadi.
Ia pun menyerukan kerja sama internasional dalam mendukung upaya penanganan bencana yang dipimpin pemerintah Venezuela.
Gempa Berkekuatan Besar Guncang Wilayah Barat Venezuela
Berdasarkan data Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat dengan pusat gempa berada di dekat Kota San Felipe, sekitar 280 kilometer di sebelah barat Caracas.
Tak lama berselang, wilayah tersebut kembali diguncang gempa yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5.
Pusat gempa kedua berada di kawasan dekat Yumare, tidak jauh dari lokasi gempa pertama.
USGS memperingatkan bahwa bencana ini berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk ancaman tanah longsor, likuifaksi, dan gempa susulan berkekuatan besar.
Lembaga tersebut juga memperkirakan terdapat kemungkinan signifikan jumlah korban terus bertambah seiring berjalannya proses pencarian.
Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya siap membantu proses penanganan bencana di Venezuela.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengatakan telah menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah terkait agar bersiap memberikan bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Amerika Serikat juga berencana mengirim tim pencarian dan penyelamatan (SAR), bantuan medis, serta logistik darurat ke wilayah terdampak.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara di Amerika Latin turut menyatakan kesiapan membantu.
Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan telah menyiapkan sekitar 50 ton logistik dan 300 personel tim SAR.
Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, serta pemerintah Meksiko juga menyampaikan dukungan dan kesiapan mengirim bantuan kemanusiaan kepada Venezuela.
Infrastruktur Rusak dan Layanan Publik Terganggu
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan banyak rumah dan bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.
Pemerintah telah mengerahkan personel perlindungan sipil, relawan, pemadam kebakaran, dan aparat keamanan untuk membantu proses evakuasi.
Sebagai langkah antisipasi, pasokan gas alam ke ribuan rumah dihentikan sementara guna mencegah potensi kebakaran atau ledakan.
Di sejumlah wilayah, layanan listrik dan jaringan internet juga dilaporkan mengalami gangguan.
Gempa terjadi saat Venezuela sedang menjalani hari libur nasional memperingati Pertempuran Carabobo, sehingga banyak warga berada di rumah ketika bencana terjadi.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga di Bandara Internasional Maiquetía saat guncangan terjadi dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.
WNI Dilaporkan Selamat
Di tengah situasi tersebut, pemerintah menyampaikan bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dilaporkan dalam kondisi selamat.
Otoritas Indonesia terus berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik setempat untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak.
