Virus Nipah: Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
JAKARTA, Headline24.id – Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kasus dilaporkan di India. Meski tergolong penyakit yang relatif jarang, infeksi virus ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan dapat menyebabkan gangguan neurologis serius pada penderitanya.
Virus Nipah (Nipah Virus/NiV) merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi maupun kontak erat dengan penderita yang terinfeksi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini pertama kali teridentifikasi saat terjadi wabah pada peternakan babi di Malaysia pada 1999. Sejak saat itu, beberapa kasus masih ditemukan di sejumlah negara Asia, termasuk India.
Berdasarkan laporan National Centre for Disease Control (NCDC), hingga 27 Januari 2026 terdapat dua kasus Virus Nipah yang terkonfirmasi di wilayah Bengala Barat, India. Otoritas kesehatan setempat juga telah melakukan pelacakan terhadap 196 orang yang diduga terpapar, dan seluruhnya dinyatakan negatif.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menginfeksi manusia melalui berbagai jalur penularan.
Inang alami virus ini adalah kelelawar buah dari genus Pteropus atau yang dikenal sebagai flying foxes. Hewan tersebut dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala penyakit, sehingga berperan sebagai reservoir alami penyebaran Virus Nipah.
Dari kelelawar, virus dapat berpindah ke hewan lain seperti babi sebelum akhirnya menginfeksi manusia.
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur utama.
1. Penularan dari Hewan ke Manusia
Infeksi dapat terjadi akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah dan babi.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain peternak, pekerja kandang, serta individu yang sering berinteraksi dengan hewan ternak atau satwa liar.
2. Melalui Makanan yang Terkontaminasi
Virus Nipah juga dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terpapar cairan tubuh hewan pembawa virus.
Buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar atau terkontaminasi air liur hewan tersebut berpotensi menjadi media penularan.
3. Penularan Antar Manusia
Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak erat dengan penderita.
Risiko infeksi meningkat saat seseorang terpapar darah, air liur, urin, maupun cairan pernapasan dari pasien yang terinfeksi.
Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai
Masa inkubasi Virus Nipah umumnya berlangsung antara empat hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Namun, dalam beberapa kasus tertentu masa inkubasi dapat mencapai 45 hari.
Pada tahap awal, gejala yang sering muncul meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Muntah
- Sakit tenggorokan
Seiring perkembangan penyakit, kondisi penderita dapat memburuk dan menimbulkan gejala yang lebih serius seperti:
- Pusing dan rasa kantuk berlebihan
- Penurunan kesadaran
- Gangguan sistem saraf
- Ensefalitis atau peradangan otak
- Gangguan pernapasan berat
- Pneumonia atipikal
Pada kasus yang berat, penderita dapat mengalami kejang hingga koma dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah munculnya gangguan neurologis.
Tingkat Kematian Virus Nipah Cukup Tinggi
Virus Nipah termasuk salah satu penyakit dengan tingkat fatalitas yang tinggi.
Data WHO menunjukkan angka kematian akibat infeksi Virus Nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada kondisi wabah, kecepatan diagnosis, serta kualitas pelayanan kesehatan yang tersedia.
Meskipun sebagian pasien dapat pulih sepenuhnya, sekitar 20 persen penyintas dilaporkan mengalami gangguan neurologis jangka panjang seperti kejang berulang dan perubahan perilaku.
Cara Mencegah Virus Nipah
Hingga saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah infeksi Virus Nipah. Karena itu, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko penularan.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
Menjaga Kebersihan Makanan
- Mencuci buah sebelum dikonsumsi.
- Mengupas buah jika memungkinkan.
- Menghindari konsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar.
Mengurangi Risiko dari Hewan Ternak
- Menggunakan alat pelindung diri saat menangani hewan sakit.
- Menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi.
- Melindungi kandang dan pakan ternak dari paparan kelelawar.
Mencegah Penularan Antar Manusia
- Menghindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan penderita.
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
- Menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien.
Pengawasan di Fasilitas Kesehatan
Tenaga kesehatan perlu menerapkan prosedur pengendalian infeksi secara ketat, termasuk perlindungan kontak, droplet, dan airborne sesuai kebutuhan.
Selain itu, pemeriksaan laboratorium harus dilakukan oleh tenaga terlatih dengan standar keamanan yang memadai.
Waspada Meski Kasusnya Jarang
Meskipun kasus Virus Nipah tergolong jarang, ancaman yang ditimbulkan tidak dapat diabaikan mengingat tingginya tingkat kematian dan potensi penyebarannya.
Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai cara penularan, gejala, dan langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko wabah di masa mendatang.
Penerapan pola hidup bersih, pengawasan kesehatan hewan, serta deteksi dini menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran Virus Nipah di berbagai wilayah.
